Uncategorized

Hampir

Kau dan aku pernah berbagi
Hembus angin, deru mesin
Menembus jarak tanpa henti

Kau dan aku pernah berdiri
Bersama di bawah terik mentari
Bernyanyi hingga akhir hari

Kau dan aku pernah berbisik
Tiap kata dan kisah diantara bising
Dengan tawa, dengan wajah bersemi

Kau dan aku pernah melewati
Tiap jalanan dan sudut kota kecil ini
Berdua tanpa harus sepi dalam sendiri

Namun, hampir
Untukku dan untukmu menghabisi
Tiap ragu yang ada dalam diri

Hampir
Kita tinggalkan tiap pikir yang berduri
Tiap gamang yang membuat kita menahan diri

Hampir
Kisah kita bersemi
Hampir
Rasa ini memiliki arti

Karena kau dan aku adalah arsip
Adalah kisah tanpa titik
Paragraf yang takkan pernah terbit

Tidak mampu terjilid
Tak memiliki akhir
Karena sebatas ini
Hampir

Iklan
Uncategorized

I wish,
Your words will be vanished
Like clouds gone by the rain
Like waters disappear by the earth

I wish,
Your words mean nothing to me
But you were that one person
Who matters

So, that,
It hurts.

Uncategorized

Memeluknya

lrg_dsc01864

Memeluknya adalah merefleksikan tiap warnanya
Dalam hangat fajarnya, cerah biru langitnya
Sendu rona senjanya hingga gelap malamnya

Memeluknya adalah bersanding bersamanya
Dalam satu padu, dalam satu biru
Bersama sebuah garis utuh di antara lautku dan langitnya

Memeluknya adalah terus mengalir dalam arus yang hidup
Mendebur dan menderu
Dan membiarkan ia tetap indah di hadapanku

Dan
Memeluknya adalah melepasnya
Untuk ia tetap bebas mengudara
Membentang dan merentang tak berbatas
Hingga ia tahu, bahwa aku akan tetap dan tepat di bawahnya

Memeluknya dengan mendekapnya dalam batas
Sedekat dan sejauh yang ada di antaranya
Senyata dan sesemu yang ada di antara keduanya
Karena memeluknya adalah melepasnya

Dan dirinya,
Akan selalu menjadi langit
Yang tepat utuh, tepat jatuh, tepat jauh
Dalam, pada, dan dari
Rengkuhku

Uncategorized

Untukmu

Processed with VSCO with x1 preset

Kau dan aku berada dalam satu waktu yang sama
Dalam dekapan langit yang sama
Berpijak pada bumi yang sama
Dalam dunia dan dimensi yang sama

Namun, jauh
Untuk pucuk mataku menangkap sisa punggungmu
Untuk tanganku menggapai sisa bayangmu
Untuk tiap langkahku berusaha menujumu

Hari ini,
Hari bahagiamu
Bersama tiap nyala lilin
Dan tiap ucap dan doa mereka untukmu

Andai saja, aku mampu mengatakan padamu
Walau hanya sebuah bisikan lirih
Walau hanya melalui tatap mata yang sendu
Walau hanya pada tiap kata dan tulisan pada lembar ini

Berbahagialah,
Berbahagialah karena engkau pantas
Berbahagialah karena hanya dengan itu
Aku mampu berbahagia untuk melepaskanmu

Selamat ulangtahun,
Doa terbaikku untukmu, doa terbaikku menujumu,
Selalu.

Uncategorized

Dua Puluh Empat

img_8965

Ringankanlah tiap langkah kakinya
Untuk terus dan selalu berjalan menujuMu
Untuk tiada lelah mencariMu
Untuk tidak pernah berhenti dalam mengejar ridhoMu

Lapangkanlah dadanya
Untuk senantiasa menerima hidayahMu
Untuk menerima tiap takdir yang Kau tuliskan untuknya
Untuk melepas tiap takdir yang bukan Kau tuliskan untuknya

Bukakanlah pintu hatinya
Untuknya mampu terus merasakanMu
Untuknya senantiasa melihat kasihMu
Untuknya tahu bahwa ada Engkau yang mengasihinya

Lembutkanlah hatinya
Sebagaimana Kau luluhkan tiap besi dan batuan
Untuknya bersujud dan menghadapMu
Untuknya agar tiada lelah berdoa dan berharap kepadaMu

Ridhoilah iman dalam hatinya untuk tetap menyala tanpa pernah padam
Ridhoilah keselamatan untuknya di dunia dan di akhirat kelak
Ridhoilah ia untuk berdiri dalam barisan agama Rasulullaah saw
Ridhoilah ia untuk kembali pulang hanya dalam dekapMu

Yaa Rabb
Sentuhlah ia dengan tiap dekat dan dekapMu
Erat dalam tiap detik dan detakMu
Ridhoilah hatinya untuk menerimaMu
Mudahkanlah hati dan lisannya dalam menyebut dan memanggil namaMu

Jadikanlah ia jiwa yang tenang
Dan kembali padaMu dengan keadaan yang ridho dan dengan ridhoMu
Masukkanlah ia dalam golongan hamba-hambaMu
Dan ridhoilah ia untuk masuk ke dalam surgaMu