Uncategorized

Pada Semesta Yang Lain

Mungkin pada semesta yang lain kau tak perlu hidup seperti ini. Mungkin pada semesta yang lain kau tak perlu merasakan sakit seperti ini. Mungkin pada semesta lain kau dan aku bukanlah sebuah sajak ironi tentang langit dan laut. Mungkin pada semesta yang lain aku memiliki lebih banyak waktu untuk memelukmu, untuk menenangkanmu, untuk hanya duduk di sampingmu pada tiap sendu dan sepimu. Mungkin pada semesta lain aku memiliki lebih banyak waktu luang untuk berbagi tiap ayat-ayatNya kepadamu. Mungkin pada semesta lain kau dan aku adalah kita dengan kata yang satu. Mungkin pada semesta lain tak perlu ada aku bertarung dan bertaruh melawan waktu untuk menggapaimu. Mungkin pada semesta lain pulang adalah sepasang matamu, sesimpul senyummu yang berdiri menyambutku di depan pintu rumah. Mungkin pada semesta lain aku tak perlu mencaci waktu sebab kutakut kalah olehnya dan kehilanganmu.

Walau kau dan aku bukanlah satu degup dan tak pernah berbagi satu denyut detak jantung, kau adalah cerita dan tiap sajak yang selalu kuadukan dalam tiap sujudku kepadaNya.

Semoga kau dan ibuk selalu baik-baik saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s