Uncategorized

Dan Kemudian

Dan kemudian, aku berada di sana. Menunggumu di depan pintu, menunggumu keluar dan menyambut pulangku. Mengecup perlahan kening dan kedua pipiku, memelukku hangat. Kau beri aku makna pulang, yang tak melulu harus kepada asal dimana kuberada.

Dan kemudian, aku berada di sana. Terjaga sepanjang malam, tepat di sisi kau tidur dan terlelap. Dalam gelap dan sunyi malam, bersama seberkas sinar lampu tidur di kamar. Kau terpejam begitu damai. Dan aku enggan tunduk pada kantuk, untuk memastikan masih ada degup, masih terdapat hembus pada dirimu. Kau beri aku makna, terbangun mampu lebih indah dari bermimpi.

Dan kemudian, aku berada di sana. Terduduk di sampingmu, membacakan tiap ayat-ayatNya. Dengan kau yang tak pernah melepaskan tatapmu terhadapku. Dengan kau yang larut mendengarkanku. Hingga kantuk menjemputmu, hingga kau terlelap di sampingku. Kau selalu berkata kepadaku, bagaimana kau begitu menyukai waktu-waktu ketika kubacakan ayat-ayat itu kepadamu. Kau beri aku makna, bahagia mampu sesederhana itu.

Dan kemudian, aku berada di sana. Menggenggam tanganmu yang enggan melepaskanku. Menjagamu dari bising yang mampu membuatmu terbangun. Menjaga damai tidurmu. Memastikan bahwa aku ada ketika kau membuka matamu. Memastikan bahwa kau takkan kehilanganku, memastikan bahwa kau tahu aku takkan pergi dari sisimu. Kau beri aku makna, bahwa sekejap yang terlalui mampu begitu berarti selamanya.

Kau ajarkan aku, bahwa kasih sayang tak melulu perihal satu darah yang sama mengalir dalam tubuh. Kau ajarkan aku, bahwa tiap waktu yang dilalui mampu begitu berharga. Kau ajarkan aku, bahwa satu hari untuk masih dapat hidup begitu berarti. Kau ajarkan aku, bahwa masih mampu mengingat adalah sebuah syukur.

Hingga kemudian, aku berada di sana. Bersamamu selalu di dalam tiap doaku. Menitipkan tiap rasa dan tiap rindu dalam jatuh dan sujudku di hadapanNya. Semoga Allah senantiasa menjagamu dan memulihkanmu.

Semoga kau selalu tahu betapa aku begitu menyayangimu. Selalu.

Iklan
Uncategorized

Tentang Doa

Doa adalah kerendahan manusia, sebagai seorang ciptaan, terhadap penciptanya.
Doa adalah bentuk kelemahan manusia sebagai makhluk yang tidak memiliki kuasa.
Doa adalah keberserahan, ketertundukkan, kepada Dia Yang Maha.

Doa adalah bentuk harapan, dalamnya mereka hanyalah manusia biasa yang ingin hidup dalam harapan, serta ingin menghidupkan harapannya.
Doa adalah nyala api yang tidak pernah membara maupun padam, ia tetap ada, menyala.

Doa adalah tiap pertanyaan dan pernyataan yang manusia ajukan kepadaNya.
Doa adalah ruang rindu, tempat kau berusaha menemukan pulangmu.
Doa adalah jarak terdekat yang kau punya dengan mereka, sekalipun mereka yang telah melangkah jauh.

Doa adalah mengayuh sepedamu, tanpa bantuan gigi, pada jalanan terjal dan tanjakan curam di mana kau tak tahu di mana ia berujung.
Doa adalah sebuah perahu, yang mencoba berlayar pada samuderaNya, walau dalam debur dan deru ombak, dalam taufan, ia hanya ingin bermuara kepadaNya.

Doa adalah tiap sajak, tiap puisi, yang dipilin dan dideklamasikan, dalam sunyi dan sepi.
Doa adalah mengetuk pintu langit, saat semua pintu di dunia tertutup dan terkunci.

Doa adalah jalanan setapak yang kauharap dapat membawamu pulang.
Doa adalah bentuk kepercayaan, keyakinan, dan bagaimana manusia selalu mempunyai harapan dan pilihan.
Doa adalah senjata paling kuat yang mereka gunakan secara diam-diam.

 

Dan
Doa adalah caraku menjagamu.
Doa adalah caraku menyayangimu.

Uncategorized

Midnight Rain

It was 12.02 am
And the rain fell down
The skies were shaking
And the earth was cracking
The night was weeping
While people were in their deep sleep

There, I was
Listening to every drops of sad songs
That carried by the rain
The winds were howling in pain
Because the skies were collapsed
In a dark, dark night

It was a silent grief
And a lonely loss
A quiet cries
For a lost love
So that the night carried a miserable poems

But, I thought it was either the earth or the skies
That griefing, but
It was the universe
Of mine
Was broken in the midnight rain

Uncategorized

Pada Semesta Yang Lain

Mungkin pada semesta yang lain kau tak perlu hidup seperti ini. Mungkin pada semesta yang lain kau tak perlu merasakan sakit seperti ini. Mungkin pada semesta lain kau dan aku bukanlah sebuah sajak ironi tentang langit dan laut. Mungkin pada semesta yang lain aku memiliki lebih banyak waktu untuk memelukmu, untuk menenangkanmu, untuk hanya duduk di sampingmu pada tiap sendu dan sepimu. Mungkin pada semesta lain aku memiliki lebih banyak waktu luang untuk berbagi tiap ayat-ayatNya kepadamu. Mungkin pada semesta lain kau dan aku adalah kita dengan kata yang satu. Mungkin pada semesta lain tak perlu ada aku bertarung dan bertaruh melawan waktu untuk menggapaimu. Mungkin pada semesta lain pulang adalah sepasang matamu, sesimpul senyummu yang berdiri menyambutku di depan pintu rumah. Mungkin pada semesta lain aku tak perlu mencaci waktu sebab kutakut kalah olehnya dan kehilanganmu.

Walau kau dan aku bukanlah satu degup dan tak pernah berbagi satu denyut detak jantung, kau adalah cerita dan tiap sajak yang selalu kuadukan dalam tiap sujudku kepadaNya.

Semoga kau dan ibuk selalu baik-baik saja.

Uncategorized

Tanpa Tanda Tanya

Bagaimana mungkin seseorang—orang-orang tertentu dapat begitu berarti bagi orang lainnya. Bagaimana ia dapat begitu bernilai besar bagi orang lainnya. Walaupun ia hanya sebuah bagian kecil dari kehidupan yang lebih besar darinya. Bagaimana dunia masih dan akan terus berputar dan berjalan dengan atau tanpa sosoknya. Meskipun dunia seseorang hancur, meskipun hatinya terguncang dan runtuh tanpa sosoknya. Bagaimana hidup bisa terus berjalan ketika kau kehilangannya, bagaimana dunia akan tetap begitu utuh… Disaat kau benar hancur dan hanya tinggal separuh dengan kepergiannya.

Bagaimana kau bisa tetap baik-baik saja, disaat sudah, jauh, kau hancur.

Bagaimana aku bisa tetap berkata bahwa aku baik-baik saja.

Disaat aku tidak.

Uncategorized

Zona Abu-abu

Berjalan sepi, berdiri sendiri
Dalam duniaku, dalam hitam dan putih
Saat hanya monokrom yang mampu kutatap
Saat hidup adalah sebuah papan catur yang terbatas

Lalu, pada satu waktu kau ada
Yang memberikan hitam dalam putih, putih dalam hitam
Yang membuat dunia seakan luas tak berbatas
Dan menjadikan hidup bagai senja yang penuh warna

Kau adalah satu yang mampu membiaskan batas langit dan laut
Di saat kau pun mampu menggaris batas keduanya
Kau mampu memberi tiap rasa bahagia dan sendu
Pun mampu menghapuskan definisi keduanya

Dan, seperti itu aku menyimpanmu, selalu
Bagai laut yang mendamba langit di hadapannya
Begitu dekat
Namun begitu jauh

Namun, tetap, kau adalah zona abu-abu
Yang mampu membiaskan hitam dan putih
Menjadi berbagai warna
Yang nyata

Uncategorized

Moving

Packing and unpacking
Going home and leaving home
Arriving then departing
Moving
Life will keep on moving
And it shall be moving

You know your tired soul
To be walking to another place
To be stepping out from another space
But, it’s the journeys
It’s about the memories
All those memorable moments
And those indescribable feelings
You could keep
In your heart
Forever

And life will always be like this: Moving
But you know, your heart, still be, there, always.
And it won’t move anywhere.